Procrastination enak nggak?

Procrastination merupakan permasalahan sejuta umat, sudah dibahas disana sini. Namun masih belum ada fatwa dari MUI tentang ini, karena itu saya merasa harus turun tangan dengan menulis tentang ini, tsaah…

Secara bahasa, Procrastination adalah kebiasaan menunda mengerjakan suatu task atau kegiatan sampai di akhir waktu. Tapi kalau arti dalam bahasa Syriac, silahkan cari sendiri :|.

Dengan dukungan perusahaan asing, Google. Saya memberanikan diri untuk melakukan penelitian mendalam dan menyeluruh yang kemudian mendapatkan beberapa fakta mencengangkan pencerahan, bahwa:

1. Procrastination adalah efek dari otak yang mengidam hasil yang langsung (instant gratification).

Jaman dahulu kala, ketika manusia masih tinggal di surga. Leluhur kita, Adam dan Hawa, ketika menginginkan sesuatu tinggal sebut saja.

“Saya minta mie ayam bakso”, kata Adam. Kemudian, “Clinggg!” keluar mie ayam bakso terenak di akherat, siap disantap oleh Adam.

Sayang sekali, kita sekarang hidup di dunia, mendapatkan  hasil secara langsung jarang terjadi dalam pekerjaan kita, membutuhkan waktu agar kita bisa menikmati hasil pekerjaan kita.

Misal pekerja kantoran, harus menunggu gajian di awal bulan. Yang sebelum hari gajian harus mengerjakan berbagai task, berjibaku dengan rutinitas.

Contoh lain adalah freelancer, seringkali harus menunggu selesai project dan invoice cair baru bisa menikmati hasil kerjanya.

Ketika kita tidak mendapatkan hasil / kesenangan secara langsung. Secara psikologis kita akan merasakan ketidak nyaman. Dari celah itu, otak proscatination beraksi mengambil alih, berusaha mencari kesenangan secara langsung.

Mungkin otak kita memang didesain untuk hidup di surga, tsaaah…

2. Procrastination bisa terjadi karena kita kurang menyukai pekerjaan kita.

Rutinitas pekerjaan terasa membosankan, atau kita merasa bekerja tidak sesuai passion. Sepertinya enak sekali melihat teman teman di Instagram dan sosial media lain mengupload foto liburan mereka, byuuh

Liburan terus, kerjaannya apa sih mereka kelihatan enak banget. Membuat pekerjaan ku tambah terasa membosankan.

3. Procrastination bisa terjadi karena kita takut dengan hasil yg tidak sesuai ekspektasi.

Kadang kita takut kalau hasil pekerjaan tidak sesuai dengan ekspektasi orang-orang. Jadi sebenarnya proscatination ada hubungannya juga dengan tingkat kepercayaan diri.

Kecemasan yang berlebihan, sebenarnya kita tidak perlu mencari validasi kepada semua orang kalau kita kompeten dalam pekerjaan kita. Cukup orang yang ingin kita berhasil, karena mereka pasti memberi masukan yang positif.

Selain itu bisa juga karena memang kita pefeksionis sehingga selalu terasa ada yang kurang.

4. Alat dukung Procrastination mudah ditemukan.

Ingin kebahagiaan langsung dan cepat, gampang. Mulai dari streaming video, main game, main PES, atau menjelajah media sosial dan eyel eyelan disana. Jaman internet semuanya tersedia.

Namun menurut penelitian, menggunakan internet untuk bersenang senang bisa meningkatkan produktifitas, jika dilakukan dengan tepat. Jangan sampai spaneng, nanti cepat tua dan terkena stroke.

5. Procrastination bisa terjadi karena kurang motivasi, karena terlalu nyaman sehingga malas utk berkembang dan maju.

Seringkali  kita merasa kurang mempunyai motivasi. Ada beberapa penyebab, salah satunya karena hidup terasa nyaman dan itu membuat kita terbiasa dengan keadaaan. Atau kita sedang menunggu kesempatan terjadi padahal sesuai wejangan orang tua “Semua akan indah pada..  hal gak pasti juga”.

Kurangnya motivasi bisa juga akibat dari kurangnya kepercayaan diri dan harga diri.

6. Procrastination bisa terjadi karena kekurangan gizi ( lebih tepatnya kurang energi :|).

Kurang berolahraga bisa menjadi penyebab letih dan lesu, jangan minum minuman energi dan kafein. Tidur yang cukup bisa menjadi solusi.

7. Procrastination bisa terjadi karena kegalauan hati.

Bisa jadi permasalahan keluarga, atau masalah asmara. Alkisah seorang teman, sang kekasih ditelan tikungan oleh seseorang berkendara gerobak besi, apalah dayanya yg hanya berkendara sandal swallow.

Bagaimana teman saya tersebut bisa fokus bekerja? susah kan T_T . Bawaannya ingin mendengarkan lagu melow yang membuat hati semakin pilu. Semacam:

Jika kamu tidak pernah galau hingga mengganggu pekerjaan, itu berarti perjalanan menjadi sufi masih panjang nak.

SOLUSI, SOLUSI, SOLUSI

Setelah kita tahu beberapa fakta tentang proscatination, selanjutnya bagaimana solusinya, bagaimana cara memeranginya?

Nah, itu juga masuk dalam penelitian saya yg cukup komprehensif dan menyeluruh dengan uji coba diri saya sendiri, tetangga-tetangga, dan hewan piaraannya.

1. Untuk setiap kerjaan, carilah tujuan utama. Tujuan tidak harus masuk akal, tujuannya adalah memanipulasi otak tentang memperoleh hasil instan.

Tujuan yang benar-benar kita inginkan, sehingga tidak relevan jika kita masih ragu. Ibarat kebelet maka kita tidak akan ragu untuk segera ke toilet utk menuntaskan misi kita. Tujuan kita sudah jelas, dan seluruh mental dan fisik selaras untuk menuntaskan misi buang air.

Mungkin kalian sadar jika orang tua sudah mulai renta, itu bisa menjadi tujuan utama agar bekerja lebih rajin lagi.

Atau kalian sadar kalau biaya katering itu mahal, itu bisa jadi motivasi juga :)).

Saya pernah melihat teman yang kerja gila gilaan menjelang rabi :)). Itu mau rabi sekali saja, bayangkan jika …

Ok, lanjut

2. Ketekunan / Dayakarsa / Willpower.

Seperti energi, willpower juga bisa habis jika digunakan terus menerus. Jika kita pemalas maka untuk melakukan kegiatan akan menghabiskan banyak willpower.

Solusinya adalah dengan membangun kebiasaan / habit. Agar kita tidak membutuhkan willpower yg banyak untuk melakukan sesuatu.

Konon Willpower lagi tinggi tingginya di pagi hari setelah bangun tidur. Karenanya manfaatkan sebaik baiknya untuk melakukan aktifitas yg paling penting bagi kita.

Ada beberapa orang yang tidak percaya dengan willpower, tidak apa-apa, saya juga nggak percaya kok :p.

Namun, didalam agama Islam sendiri, waktu pagi adalah waktu yang berkah. Cobalah manfaatkan pagi hari dengan lebih baik.

Mulailah dari hal yang kecil.

Memulai dengan hal kecil sehingga tidak membutuhkan willpower yang lebih. Ini berhubungan dengan willpower, dengan mulai dengan hal yang kecil dan membangun kebiasaan.

Setting lingkungan, persiapan dan persiapan.

Misal, kita ingin puasa senin dan kamis, malamnya bisa mempersiapkan besok mau makan sahur pake apa.

Atau kita ingin jogging pagi, malamnya jangan lupa siapkan sepatu dan pakaian jogging, cek prakiraan cuaca bsk pagi hujan atau tidak.

Cari partner.

Cari orang yang bisa mengingatkan komitmen kita terhadap suatu tujuan atau pekerjaan. Bahkan memotivasi kita jika kita sedang lelah~.

Tapi dari semua itu yang paling penting adalah,

JUST DO YOUR JOBS!

 

Catatan tidak perlu: Featured image diatas tidak berhubungan dengan konten, cuma karena memang terlalu epik fotonya jadi pengen diposting dimana gitu :D.

 

7 Replies to “Procrastination enak nggak?”

Leave a Reply