Obrolan Warung Kopi, Ngimpiiii….

Selamat pagi…, matahari belum terbit, mata masih kriyip kriyip dan hujan turun dengan lebat..

Hawanya terasa dingin disertai suasana gelap remang remang yang tentu saja enaak. Enak untuk tidur lagi sambil kelonan.. kelonan bantal sambil selimutan sarung.

Akan tetapi mau tidak mau saya harus mulai berangkat kerja, dipaksa oleh tabungan yang menipis dan harapan masa depan yang cerah, saya harus melakukan sesuatu.

Dengan malas, saya memacu motor di tengah hujan. Saya tidak sendiri, beberapa orang ternyata juga senasib harus mulai bekerja sepagi ini.

Continue reading “Obrolan Warung Kopi, Ngimpiiii….”

Obrolan Warung Kopi, Tentang Kebodohan yang Nyata

Hari libur, ditemani hujan yang deras dan berbincang dengan teman lama di warung kopi. Kami memesan kopi jahe seperti biasa dan cemilan kacang.

Kemudian dia mulai bercerita sesuatu yang hal, yg sepertinya menarik..

Temanku bercerita tentang rekannya yang sebenarnya cerdas namun sayang tidak untuk kali ini.

Dia berbicara tentang rekannya yang mengambil asumsi yang prematur, dan dengan asumsinya itu dia mengatakan banyak hal ke teman temannya, berimajinasi tentang masa depan dan mungkin tentang negeri di awan.

“Padahal kau tahu Rif, asumsi yang prematur itu membunuh, dan segala tindakan diatasnya adalah cacat” , dia berkata sambil menyeruput kopi.

Continue reading “Obrolan Warung Kopi, Tentang Kebodohan yang Nyata”