Catatan Harian

Seperti yang orang bijak katakan, lebih baik membandingkan diri sendiri dengan pencapaian diri masa lalu daripada membandingkan dengan orang lain. Setiap hari berusaha menjadi lebih baik agar tidak merugi, begitu~.

Sejak 2013 saya memaksakan diri untuk membuat catatan harian. Catatan harian biasa disebut diari, namun saya tidak menyusunnya seperti sebuah cerita harian. Saya membuat catatan berupa daftar dan dengan kategori tertentu.

Saya membagi catatan dalam beberapa kategori yaitu :

  1. Pencapaian hari ini.
  2. Transaksi keuangan, pemasukan dan pengeluaran.
  3. Ibadah

Pencapaian Harian

Saya mencatatnya di Evernote, karena bisa disinkronisasi dengan aplikasi web ataupun perangkat bergerak. Beberapa hal yang saya catat adalah :

  1. Menyangkut pekerjaan, proyek dan task apa yang diselesaikan hari ini.
  2. Semisal ketemu orang atau meeting, apa kesimpulannya.
  3. Artikel apa yang sudah dipublikasikan hari ini.
  4. Olahraga atau aktifitas lain

Tidak perlu panjang-panjang agar enak dan mudah membacanya di lain waktu. Tentu saja terkadang saya selipkan curhat secukupnya, walaupun kadang tidak cukup *halah.

Transaksi Keuangan

Saya mencatat transaksi keuangan di aplikasi bernama Toshl. Toshl mempunyai UX yang bagus dan terdapat versi web maupun perangkat bergerak. Saya juga pernah mencoba beberapa aplikasi pencatat keuangan lain, pilih yang nyaman dan sesuai kebutuhan.

Melakukan pencatatan transaksi cukup membantu dalam menyusun anggaran, kadang saya terkejut dengan biaya yang dikeluarkan misal untuk makan diluar atau membeli barang yg sebenarnya tidak dibutuhkan 😀. Sekarang bahkan ada aplikasi yang terhubung dengan bank, dan bisa sekaligus sebagai media transaksi online. Itu membuat semakin mudah, namun sayang belum semua bank yang support.

Cara mencatat keuangan yang baik bisa dilihat dari buku “Make it Happen” karangan Prita Hapsari Ghozie. Disana dijabarkan cara membuat rencana keuangan dan cara mencatat transaksi keuangan yang baik dan benar. Saya sendiri menggunakan Toshl untuk mencatat transaksi harian kemudian memindahkannya setiap akhir bulan ke aplikasi spreadsheet seperti Excel sesuai dengan format yang disarankan di buku itu.

wp_20150104_08_08_54_pro

Ibadah

Mungkin seperti buku catatan romadhon yang selalu ditugaskan guru Agama sewaktu SD duu ya :D. Untuk ini saya mencatatnya di Spreadsheet saja. Apa saja yang perlu dicatat?, tentu saja sholat wajib dan sunnah, sedekah, zakat, ngaji.

Memang beberapa kali bolong lupa atau malas mengisi, namun sebenarnya membuat catatan harian tidak memakan waktu, bisa dilakukan dalam 10 – 20 menit. Jadi ketika hendak tidur cobalah untuk meluangkan waktu mencatat, atau ketika bangun pagi juga ok. Kalian bisa membuat reminder di handphone untuk mengingatkan waktu untuk membuat catatan.

Saya percaya kita tidak bisa mengatur apa yang tidak bisa kita ukur. Jadi membuat catatan seperti diatas menurut saya sangat bermanfaat. Di akhir tahun kalian bisa membaca ulang catatan harian kalian, bisa membuat sedih atau malah ketawa geli.

terima kasih, semoga bermanfaat.

Leave a Reply