Tentang Pekerjaan

Mumpung malam tahun baru, saya ingin bercerita sesuatu. Oya, sebelumnya saya ucapkan selamat untuk yang sudah mempunyai kalender baru (, – -)9.

Selama 2 tahun ini saya bekerja sebagai freelancer dan bekerja remote. Jadi kali ini saya mencoba menulis tentang hal tersebut.

Tentu saja 2 tahun bukan waktu yang lama, namun lumayan ada beberapa hal yang bisa dibagi.

Setelah resign dari kantor, saya sengaja untuk tidak bekerja kantoran lagi sekedar untuk mencari pengalaman. Walaupun untuk beberapa proyek saya harus mengantor karena kantor klien berada di Jogja.

Menjadi freelancer

Menjadi freelancer itu menyenangkan dan menantang. Saya belajar proses dari hulu ke hilir. Karena semua dikerjakan nyaris sendirian. Mulai dari belajar marketing mencari klien, paperwork, development, support dan lain lain :D. Capek si iya, lebih capek daripada saat kerja kantoran.

Bisa dibilang tahun 2013 dan 2014 ini saya keteteran, terasa sibuk namun produktifitas menurun drastis. Semua itu karena saya tidak bisa mengatur waktu. Kerja dan hidup terasa tidak seimbang, sepertinya saya perlu merevisi pandangan saya tentang bekerja. Nanti saya bahas lebih lanjut tentang ini :).

Bekerja freelance bukan berarti saya bekerja sendirian, seringkali saya bersama freelancer yang lain dalam mengerjakan proyek. Karena saya hanya menguasai bagian backend, saya membutuhkan orang lain untuk mengerjakan bagian frontend dan aplikasi mobile-nya.

Dari segi finansial freelance bisa lebih baik, tergantung segiat apa dan mau sebanyak apa kita menerima proyek. Tentu saja kemampuan kita bernegosiasi dengan client juga berpengaruh.

Kemampuan untuk mengatur keuangan menjadi sangat penting. Perhatikan kapan invoice akan cair, karena kita tidak digaji perbulan. Kecuali kalau memang kontraknya dengan gaji bulanan sampai periode tertentu.

Apakah saya ingin freelancer terus? tentu tidak. Namun saya menyukai bekerja secara remote. Sungguh menyenangkan jika perusahaan tempat kita bekerja mempunyai kebijakan utk karyawan remote.

Continue reading Tentang Pekerjaan

Belajar Dengan Cara Modern dan Keren

Dahulu saat masih duduk di bangku SD saya memperhatikan guru mengajar di depan kelas, beliau menulis di papan dengan kapur tulis yang debunya membuat bersin-bersin. Kurang baik untuk penderita asma seperti saya :(.

Kemudian melanjutkan sekolah ke SMP dan SMU, guru mengajar menggunakan papan tulis, namun kali ini menggunakan spidol dan sesekali menggunakan OHP (Overhead Proyektor). Kelihatan lebih canggih!.

Masuk perguruan tinggi, dosen mengajar menggunakan proyektor dan komputer. Membuat slide menarik, dengan konten berisi video dan gambar.

Teknologi cepat sekali berkembang. Sekarang memasuki era perangkat bergerak (mobile), seperti tablet dan handphone disertai juga dengan internet. Tentu saja kita juga harus memanfaatkanya dengan sat set bat bet. Terutama dalam mencari ilmu dan mengasah skill.

udemy home

Saat ini kita dan anak2 kita nanti tidak bisa terlepas dari perangkat bergerak dan internet. Karena itu kita harus mendorong mereka agar bisa belajar melalui media tersebut.

Ini penting, karena perangkat bergerak memberi kemudahan kepada kita untuk mengakses materi pelajaran dan juga kemudahan dalam berkolaborasi dengan orang lain. Mudah dalam mengakses dan berkolaborasi adalah kunci!.

Continue reading Belajar Dengan Cara Modern dan Keren

Mengganti Kartu SIM ke Micro di Graha XL

Seperti pada cerita sebelumya, saya mengganti handphone ke Lumia 730 Dual SIM yang membutuhkan kartu SIM micro. Saya menggunakan 2 operator yaitu Tri dan XL. Kartu Tri sudah saya potong sendiri memakai alat seadanya sehingga hasilnya pun kurang rapi walaupun masih bisa dipakai :D. Sedangkan kartu XL masih bentuk lama mempunyai bagian logam yg lebar, jadi tidak bisa dipotong.

Karena itu saya harus ke Graha XL untuk mengganti kartu purba saya ke micro. Graha XL Jogjakarta terletak di jalan Mangkubumi, jika dari perempatan Tugu belok kearah selatan. Oya, jalan Mangkubumi sekarang ganti nama menjadi jalan Margo Utomo kalau ga salah :D.

Sampai Graha XL ternyata cukup ramai. Saya datang pada pukul 12.00 dan mendapatkan antrian ke 710, sekarang masih antrian nomer 700, harus menunggu 10 orang lagi. Tapi ternyata cepet kok hehehe.

Continue reading Mengganti Kartu SIM ke Micro di Graha XL